Rumah tanpa pintu jauh dalam diriku.
Rumah tanpa pintu yang menjadi bagian hidupku.
Dulu...pintu itu ada disana,
Tersenyum, mengundang untuk masuk,
dan berdiam dengan damai di dalamnya.
Lama...sudah lama sejak pintu itu memudar,
perlahan tapi pasti, lenyap dari pandanganku.
Pedih...kuratapi perlahan harapan yang menjauh.
Sunyi...kulangkahkan kaki.
Kukelilingi rumah yang hingga kini pun begitu jauh berada dalam diriku,
tetap pintu itu tak terlihat dimanapun.
Angin bergetar, menggigilkan keberadaanku.
Akankah rumah tanpa pintu itu juga bergetar menghilang dari pandanganku.
Atau tetap akan berdiri disana,
kosong, kelam, sunyi.
-sedang merasa sangat kosong di 17 Juni 2014